Crimehanternews.com – Pontianak, Kalbar – Majelis Perempuan Melayu (MPM) Kabupaten Sanggau menghadiri kegiatan Milad Majelis Perempuan Melayu (MPM) Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan antar perempuan Melayu se-Kalimantan Barat.

Acara ini dihadiri pengurus dan perwakilan MPM kabupaten/kota se-Kalbar, tokoh masyarakat Melayu, anggota DPRD Provinsi Kalbar, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum MPM Kalbar, Dra. Hj. Sulha Akhmad, M.Si menyampaikan pentingnya memperkuat peran perempuan Melayu dalam menjaga adat, budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, sambutan Ketua MABM Provinsi Kalbar, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., disampaikan oleh perwakilan. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa perempuan Melayu memiliki peran strategis dalam menjaga marwah budaya Melayu di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Kehadiran MPM Kabupaten Sanggau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan organisasi perempuan Melayu di Kalimantan Barat. Delegasi dari Kabupaten Sanggau yang hadir dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MPM Kabupaten Sanggau, Hj. Ina Monowarina, SH., M.Si.
Oplus_131072

Turut hadir dalam rombongan MPM Kabupaten Sanggau, yakni Dewan Pakar MPM Ibu Ulfa Amin, Sekretaris MPM Henny Fatwani, A.Md, Bendahara Dwi Fatma Wardhani, S.Keb, Bidang Pendidikan Isnawati, Bidang Humas Eva Oktavianti, Bidang Organisasi Sri Karyawati, Bidang Ekonomi Nita Sari Pusparini, Bidang Hukum Enna Dardanela, SP., MMA, Bidang Kesehatan Ratna Juliati, serta anggota MPM Kabupaten Sanggau lainnya.
Momentum Milad MPM Kalbar tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat sinergi antar pengurus MPM se-Kalimantan Barat. Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan MPM di seluruh kabupaten/kota semakin solid dan mampu menjadi wadah perempuan Melayu yang aktif dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat.
Ads.



















