Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita DaerahTerkini

Surat Penting Mengendap, Warga Meliau Hilir Dipaksa Bertaruh Nyawa di Jembatan Rusak

32
×

Surat Penting Mengendap, Warga Meliau Hilir Dipaksa Bertaruh Nyawa di Jembatan Rusak

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Crimehanternews.com – SANGGAU – Jeritan masyarakat Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, tampaknya belum cukup kuat menggugah nurani para pemangku kebijakan. Hingga pertengahan Mei 2026, kondisi Jembatan Sungai Temurak yang rusak parah masih dibiarkan tanpa penanganan nyata, meski permohonan resmi telah lama disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Oplus_131072

Ironisnya, surat permohonan percepatan perbaikan dengan nomor 600.1.10/360/Pemdes/IV/2026 yang dikirim Pemerintah Desa Meliau Hilir sejak 1 April 2026 itu berstatus penting. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Sanggau sebagai bentuk kegelisahan masyarakat atas kondisi jembatan yang semakin mengkhawatirkan.

Namun fakta di lapangan berbicara lain. Lebih dari sebulan berlalu, belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah daerah. Tidak ada pengerjaan, tidak ada kepastian, bahkan informasi lanjutan pun nyaris tak terdengar. Warga pun mulai geram dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur vital di wilayah pedesaan.

“Kami hanya disuruh menunggu. Katanya akan koordinasi dengan UPT Workshop, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kondisi Jembatan Sungai Temurak saat ini disebut semakin memprihatinkan. Struktur jembatan yang terus mengalami kerusakan membuat masyarakat waswas setiap kali melintas. Namun karena tidak ada jalur alternatif yang memadai, warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Padahal, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah. Jembatan Sungai Temurak merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Desa Meliau Hilir. Akses pendidikan anak-anak sekolah, distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi warga, hingga jalur menuju fasilitas kesehatan semuanya bergantung pada jembatan tersebut.

Kerusakan yang terus dibiarkan tanpa penanganan bukan hanya memperlihatkan lambannya birokrasi, tetapi juga memunculkan kesan bahwa kepentingan masyarakat desa masih dipandang sebelah mata.

Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah pemerintah harus menunggu korban jiwa jatuh terlebih dahulu baru bergerak? Ataukah suara masyarakat pelosok memang tak cukup bernilai untuk segera ditindaklanjuti?

Di tengah kondisi itu, warga kini hanya berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji yang berulang tanpa bukti. Sebab bagi masyarakat Meliau Hilir, Jembatan Sungai Temurak bukan hanya soal infrastruktur – melainkan penghubung kehidupan yang menentukan denyut ekonomi dan keselamatan warga setiap harinya.

Ads.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *