Crimehanternews.com – SANGGAU – ( 5/8/2026 ) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tayan Hulu, pemerintah desa, TNI-Polri, serta manajemen PT Sasmita Bumi Wijaya (SBW) melakukan pengecekan lapangan dan rapat koordinasi sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lape di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.

Langkah tersebut dilakukan menyusul beredarnya video yang disampaikan Kepala Desa Binjai, Heriyanto, A.Md., mengenai keluhan masyarakat Dusun Hino, Desa Pandan Sembuat, dan Dusun Tanjung, Desa Binjai, terkait kondisi air Sungai Lape yang diduga terdampak aktivitas perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) di lingkungan PT SBW dihadiri Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka, S.H., Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi, Danramil Tayan Hulu LETDA Risbendoni Chaniago, Kanit Binmas AIPDA Khon, Kanit Reskrim AIPDA Herkulanus Suherman, Kanit Intelkam AIPDA Syamsuwir, Kepala Desa Binjai Heriyanto, A.Md., Mill Manager PT SBW Achmad Dhani, serta Humas PT SBW Randa.
Sementara itu, Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka mengimbau agar setiap persoalan yang berkaitan dengan lingkungan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Forkopimcam dan instansi terkait sehingga penanganannya dapat dilakukan secara terpadu dan berdasarkan fakta di lapangan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak PT SBW pada hari yang sama langsung melakukan pengecekan ke Sungai Lape bersama perwakilan masyarakat sebagai bentuk transparansi terhadap kondisi di lapangan. Selanjutnya, perusahaan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sanggau dan tim laboratorium independen bersertifikat dari Pontianak untuk melakukan pengujian kualitas air.
Pada Selasa (4/8/2026), tim DLH Kabupaten Sanggau bersama Forkopimcam Tayan Hulu, pemerintah desa, personel Polres Sanggau, Polsek Tayan Hulu, serta tim laboratorium melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT SBW.
Berdasarkan hasil pengecekan, tim tidak menemukan adanya kebocoran pada kolam IPAL perusahaan. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke lokasi tiga pipa yang sebelumnya diduga menjadi saluran pembuangan limbah ke Sungai Lape.
Dari hasil penelusuran di lapangan, diketahui bahwa ketiga pipa tersebut tidak terhubung dengan kolam limbah perusahaan, melainkan berasal dari kolam penampungan air hujan.
Pengawas DLH Kabupaten Sanggau, Melfaulyna Siagian, di hadapan seluruh pihak yang hadir menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sumber aliran dari ketiga pipa tersebut berasal dari kolam penampungan air hujan dan bukan dari kolam limbah perusahaan.
Tim laboratorium juga langsung melakukan pengambilan sampel air dari pipa tersebut. Berdasarkan hasil pengujian awal di lapangan, air yang keluar dari pipa memiliki nilai pH yang masih berada dalam batas normal, sedangkan sampel selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis lebih mendalam.
Pengecekan kemudian dilanjutkan ke lokasi Sungai Lape yang menjadi titik laporan masyarakat. Tim DLH bersama laboratorium kembali melakukan pengambilan sampel air sungai untuk diuji sesuai prosedur.
Secara visual, Pengawas DLH menyampaikan bahwa kondisi Sungai Lape tampak jernih dan secara fisik terlihat dalam kondisi baik. Untuk melengkapi pemeriksaan, tim juga meminta keterangan warga yang tinggal di bantaran sungai.
Salah seorang warga bernama Akin menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir kondisi Sungai Lape tetap jernih dan tidak ditemukan ikan mati. Ia juga mengaku bersama keluarganya masih menggunakan air sungai tersebut untuk mandi dan mencuci.
Meski demikian, DLH Kabupaten Sanggau menegaskan bahwa kesimpulan akhir terkait kualitas air Sungai Lape masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap seluruh sampel yang telah diambil di lapangan.
Forkopimcam Tayan Hulu menegaskan bahwa penanganan dugaan pencemaran ini dilakukan secara objektif, mengedepankan hasil pemeriksaan teknis dan ilmiah, serta melibatkan seluruh pihak terkait. Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan perusahaan diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.
Ads.














