Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terkini

“3 Hari Ultimatum! Massa Ancam Turun Lebih Besar Jika Anto-Alex Tak Dibebaskan”

512
×

“3 Hari Ultimatum! Massa Ancam Turun Lebih Besar Jika Anto-Alex Tak Dibebaskan”

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Crimehanternews.com – SANGGAU – Gelombang tekanan publik terhadap aparat penegak hukum kembali memuncak. Ratusan massa turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di halaman Mapolres Sanggau, Senin (4/5/2026), menuntut pembebasan dua warga, Anto dan Alex, yang diamankan dalam razia aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Entikong beberapa hari lalu.

Oplus_131072

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu menjadi sorotan. Massa datang secara bertahap menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda empat. Mereka membawa spanduk, poster, serta pengeras suara yang terus menggema menyuarakan satu tuntutan: bebaskan Anto dan Alex. Tulisan bernada protes dan kritik tajam terhadap aparat tampak mendominasi barisan aksi.

Oplus_131072

Dalam orasinya, para demonstran menilai penindakan terhadap kedua warga tersebut mencerminkan ketimpangan hukum yang selama ini dirasakan masyarakat kecil. Mereka menyebut Anto dan Alex hanyalah penambang tradisional yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Oplus_131072

“Ini bukan soal membenarkan PETI, tapi soal keadilan. Kenapa yang kecil cepat ditindak, sementara yang besar seolah kebal hukum?” teriak salah satu orator yang disambut riuh massa.

Koordinator aksi secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk tidak bersikap tebang pilih. Ia menyoroti dugaan adanya aktor-aktor besar yang selama ini berada di balik maraknya aktivitas PETI di wilayah perbatasan, namun belum tersentuh proses hukum.

“Kami tidak menolak penegakan hukum. Tapi hukum harus adil. Jangan hanya masyarakat kecil yang jadi korban, sementara yang diduga mengendalikan aktivitas ini justru bebas berkeliaran,” tegasnya lantang.

Kehadiran unsur legislatif dalam aksi ini turut menambah bobot tekanan terhadap pihak kepolisian. Ketua DPRD Sanggau, , bersama anggota DPRD, , tampak hadir di tengah massa. Keduanya mendengarkan langsung aspirasi warga dan berjanji akan mengawal persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut.

Situasi di sekitar Mapolres Sanggau sempat dipadati ratusan orang. Aparat kepolisian terlihat bersiaga penuh, membentuk barikade pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski diwarnai orasi yang emosional dan penuh tekanan, aksi tetap berlangsung dalam kondisi terkendali.

Tak hanya menuntut pembebasan, massa juga meminta agar proses hukum terhadap Anto dan Alex ditinjau ulang secara objektif. Mereka mendesak adanya pendampingan hukum yang layak serta transparansi dalam penanganan kasus tersebut.

Di tengah tekanan massa, pihak kepolisian akhirnya membuka ruang dialog. Dalam proses negosiasi, Kapolres Sanggau disebut meminta waktu selama tiga hari untuk berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Barat guna merespons tuntutan yang disampaikan.

Permintaan tersebut disambut dengan sikap tegas dari massa. Koordinator lapangan menyatakan pihaknya bersedia menunggu, namun memberi ultimatum keras.

“Kami hargai permintaan waktu tiga hari. Tapi ingat, kalau tidak ada kejelasan, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” ujarnya dengan nada serius.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa persoalan ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Tekanan publik berpotensi terus meningkat apabila tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait perkembangan penanganan kasus Anto dan Alex. Di sisi lain, sorotan terhadap dugaan praktik PETI yang melibatkan aktor-aktor besar semakin menguat di tengah masyarakat.

Meski sempat memanas, aksi demonstrasi akhirnya berakhir kondusif. Massa membubarkan diri secara tertib di bawah pengawalan aparat, meninggalkan satu pesan kuat: keadilan hukum masih menjadi tuntutan utama yang belum sepenuhnya terjawab di Kabupaten Sanggau.

Ads.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *