Bengkayang – Cremehanternews.com, Rapat pembentukan panitia pelaksana Barape Sawa Kabupaten Bengkayang tahun 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai unsur tokoh adat dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan tradisi budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Mei 2026.
Rapat tersebut dihadiri oleh ketua adat dari 10 kecamatan, kepala banua, serta tokoh masyarakat yang berperan penting dalam pelestarian adat dan budaya Dayak di Kabupaten Bengkayang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang, di antaranya Ketua I DAD Martinus Kajot, S.M., Ketua II DAD Rudi, S.Pd., M.Pd., Ketua III DAD Ayahdi, S.Sos., serta Agus, S.Pd. Selain itu, hadir pula Drs. Ake Aji, S.H., M.H., Suryadman Gudot, M.Pd. selaku tokoh DAD, Markos sebagai Ketua DAD Sungai Betung, serta Alo yang menjabat Sekretaris DAD Kabupaten Bengkayang.
Kehadiran juga datang dari perwakilan tingkat kecamatan, seperti Antonius selaku Wakil Ketua DAD Kecamatan 17, Egi sebagai Ketua DAD Lumar, dan Arip, S.Pd. yang menjabat Ketua DAD Kecamatan Sanggau Ledo.
Dalam rapat tersebut, para peserta membahas pembentukan struktur panitia, pembagian tugas, serta berbagai kesiapan teknis guna menyukseskan kegiatan Barape Sawa 2026. Seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan sukses.
Barape Sawa sendiri merupakan tradisi adat yang memiliki nilai sakral dan budaya tinggi bagi masyarakat Dayak. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat persatuan serta melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan terbentuknya panitia pelaksana, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara maksimal, sehingga Barape Sawa 2026 mampu menjadi agenda budaya yang meriah dan bermakna bagi masyarakat Kabupaten Bengkayang.
( Mohlis’ )




















