Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum-KriminalNasionalTerkini

“Gas Subsidi Dijual Mahal! Toko Diduga ‘Siluman’ di Bengkayang Raup Untung dari Penderitaan Rakyat”

26
×

“Gas Subsidi Dijual Mahal! Toko Diduga ‘Siluman’ di Bengkayang Raup Untung dari Penderitaan Rakyat”

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Crimehanternews.com – Bengkayang

Dugaan praktik penjualan LPG subsidi 3 kilogram secara tidak resmi kembali mencuat di Kabupaten Bengkayang. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke sebuah toko bernama Erajaya Bike yang diduga rutin menjual gas subsidi dengan harga mencapai Rp28.000 per tabung- jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pangkalan resmi.

Oplus_131072

Temuan di lapangan mengungkap kejanggalan mencolok. Lokasi tersebut tidak dilengkapi plang identitas sebagai pangkalan resmi maupun papan informasi HET, yang sejatinya merupakan kewajiban dalam distribusi LPG subsidi. Kondisi ini memicu kecurigaan kuat adanya praktik penyaluran di luar mekanisme resmi.

Dalih “Titipan” Dipertanyakan

Saat dikonfirmasi, pemilik Erajaya Bike berdalih bahwa puluhan tabung LPG 3 kg yang berada di tokonya hanya sebatas “titipan”, bukan untuk diperjualbelikan secara resmi. Namun, pernyataan tersebut justru menuai keraguan dari masyarakat sekitar.

Pasalnya, berdasarkan pantauan warga, aktivitas jual beli gas di lokasi tersebut berlangsung hampir setiap hari. Bahkan, arus pembeli disebut tidak pernah sepi.

“Kalau cuma titipan, kenapa tiap hari ada yang beli? Orang sudah tahu itu tempat jual gas,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Harga Melambung, Warga Terpaksa Membeli

Warga mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain membeli LPG di lokasi tersebut, meskipun harga yang dipatok tergolong tinggi.

“Kami beli karena butuh. Tapi Rp28 ribu itu sangat mahal. Ini gas subsidi, bukan barang bebas,” keluh warga lainnya.

Lonjakan harga ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama program subsidi pemerintah.

Indikasi Pelanggaran Distribusi

Rangkaian temuan di lapangan mengarah pada dugaan kuat adanya pelanggaran dalam distribusi LPG subsidi, antara lain:

  • Tidak memiliki plang atau identitas pangkalan resmi

  • Tidak mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET)

  • Menjual LPG subsidi di atas harga kewajaran

  • Diduga menyalurkan LPG subsidi di luar jalur distribusi resmi

Jika terbukti, praktik ini berpotensi masuk dalam kategori penyaluran ilegal LPG subsidi yang melanggar ketentuan pemerintah.

Desakan Tindakan Tegas

Masyarakat mendesak pihak terkait, mulai dari Pertamina Patra Niaga, Dinas Perdagangan, hingga Satgas Pangan dan aparat penegak hukum (APH), untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta audit distribusi LPG di lokasi tersebut.

Warga khawatir, jika praktik semacam ini terus dibiarkan, maka akan semakin memperparah ketimpangan distribusi subsidi dan membuka celah permainan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi di atas kebutuhan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Erajaya Bike terkait aktivitas penjualan LPG yang disebut warga berlangsung setiap hari.

Tim Investigasi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *