Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terkini

Pendidikan di Ujung Tanduk! SDN 03 Sontas Kehilangan 6 Ruang Kelas, Kadis Pendidikan Sanggau Didesak Bertindak

544
×

Pendidikan di Ujung Tanduk! SDN 03 Sontas Kehilangan 6 Ruang Kelas, Kadis Pendidikan Sanggau Didesak Bertindak

Sebarkan artikel ini

Crimehanternews.com – SANGGAU –  Potret memprihatinkan dunia pendidikan kembali terlihat di Kabupaten Sanggau. Kali ini terjadi di SDN 03 Sontas yang berada di Dusun Sontas, Kecamatan Sekayam. Sekolah yang menjadi tumpuan pendidikan dasar bagi anak-anak setempat itu kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan setelah enam dari sembilan ruang kelas yang dimiliki mengalami kerusakan berat.

Tingkat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut membuat sebagian besar ruang belajar tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah darurat agar proses pendidikan tidak terhenti. Para siswa kini harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di Gedung Serbaguna Desa dan memanfaatkan ruang kelas Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada di Dusun Sontas.

Situasi ini memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan besar dari masyarakat mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap sarana pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman Kabupaten Sanggau.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata maupun program rehabilitasi yang berjalan untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut. Padahal kerusakan yang terjadi bukan lagi kategori ringan, melainkan sudah memasuki tahap yang membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh.

Kondisi tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Sanggau, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Sebab, ketika siswa sekolah dasar terpaksa menumpang di fasilitas umum dan ruang belajar milik jenjang pendidikan lain, maka ada persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan.

Sejumlah warga menilai pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi tersebut. Mereka berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau turun langsung ke lapangan untuk melihat keadaan sebenarnya yang dialami para siswa dan guru.

“Anak-anak kami terpaksa belajar berpindah-pindah dan menumpang di gedung lain. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, bagaimana kualitas pendidikan bisa meningkat? Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Sanggau turun langsung melihat kondisi sekolah ini, jangan hanya menerima laporan di atas meja,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, persoalan kerusakan ruang kelas tidak bisa terus-menerus ditunda dengan alasan keterbatasan anggaran. Terlebih, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Mereka menilai rehabilitasi SDN 03 Sontas harus segera masuk dalam daftar prioritas pembangunan pendidikan Kabupaten Sanggau. Sebab semakin lama dibiarkan, kerusakan bangunan dipastikan akan semakin parah dan biaya perbaikannya pun akan semakin besar.

Selain berdampak pada kenyamanan belajar, kondisi bangunan yang rusak berat juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi warga sekolah apabila sewaktu-waktu bagian bangunan yang rapuh ambruk atau roboh.

Kerusakan enam ruang kelas dari total sembilan ruang belajar menjadi gambaran nyata bahwa sarana pendidikan di beberapa wilayah masih membutuhkan perhatian serius. Di tengah berbagai program peningkatan kualitas pendidikan yang terus digaungkan, fakta bahwa siswa harus belajar dengan menumpang di gedung desa dan ruang TK menjadi ironi yang sulit diabaikan.

Masyarakat Dusun Sontas kini menunggu respons dan langkah konkret dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Mereka berharap pemerintah tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial pendidikan, tetapi juga hadir ketika sekolah-sekolah menghadapi persoalan mendasar yang mengancam keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Jangan sampai anak-anak di Sontas merasa dianaktirikan. Ketika enam dari sembilan ruang kelas rusak berat dan siswa harus menumpang untuk belajar, itu sudah cukup menjadi bukti bahwa ada persoalan serius yang harus segera dijawab oleh Dinas Pendidikan Sanggau,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kini harapan masyarakat tertuju pada langkah cepat pemerintah daerah untuk menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak Dusun Sontas. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan bukan hanya soal bangunan yang rusak, tetapi juga menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang aman, nyaman, dan layak.

Tim Redaksi

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *