Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terkini

Janji Survei Tak Kunjung Ditepati, PLN Sanggau Dinilai Abaikan Kebutuhan Dasar Warga Dua Dusun di Sebuduh

300
×

Janji Survei Tak Kunjung Ditepati, PLN Sanggau Dinilai Abaikan Kebutuhan Dasar Warga Dua Dusun di Sebuduh

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

CRIMEHANTERNEWS.COM – Sanggau – Harapan masyarakat Dusun Segok dan Dusun Sebaboi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, untuk segera menikmati layanan listrik dari negara hingga kini masih sebatas penantian. Janji survei lapangan yang sebelumnya disampaikan pihak PLN Sanggau belum juga terealisasi, meski telah berlangsung lebih dari empat bulan sejak aspirasi warga disampaikan langsung kepada pemerintah daerah.

Persoalan ini kembali menjadi sorotan publik karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih hidup dalam keterbatasan akses listrik. Warga menilai lambannya tindak lanjut dari pihak PLN menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan yang selama bertahun-tahun mendambakan pemerataan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 2 Februari 2026 lalu, Kepala Desa Sebuduh bersama sejumlah perwakilan masyarakat mendatangi Bupati Sanggau guna menyampaikan aspirasi terkait pemasangan jaringan listrik di Dusun Segok dan Dusun Sebaboi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sanggau disebut langsung menghubungi pihak PLN Sanggau melalui sambungan telepon untuk meminta tindak lanjut atas kebutuhan masyarakat tersebut.

Saat itu, pihak PLN dikabarkan memberikan respons positif dengan menyatakan akan segera menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan sebagai tahapan awal sebelum pembangunan jaringan listrik dilakukan. Pernyataan tersebut sempat memberikan harapan besar bagi warga yang selama ini menanti kepastian masuknya listrik ke wilayah mereka.

Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Hingga pertengahan Juni 2026, masyarakat mengaku belum melihat adanya aktivitas survei maupun kedatangan tim dari PLN ke lokasi yang dimaksud. Tidak ada pula informasi resmi yang diterima pemerintah desa maupun warga terkait perkembangan tindak lanjut dari hasil koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Warga mulai mempertanyakan keseriusan PLN Sanggau dalam menindaklanjuti komitmen yang telah disampaikan dalam forum resmi bersama kepala daerah. Janji yang semula dianggap sebagai langkah awal menuju pemerataan listrik kini dinilai belum menunjukkan bukti nyata di lapangan.

“Yang kami butuhkan adalah kepastian. Kalau memang ada kendala, sampaikan kepada masyarakat. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa informasi yang jelas,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya masyarakat, sejumlah pihak juga menyoroti minimnya transparansi dari PLN terkait perkembangan usulan tersebut. Pasalnya, listrik bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan vital yang berpengaruh langsung terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini ke kantor PLN Sanggau juga belum membuahkan hasil. Dalam dua kesempatan berbeda, pihak media tidak berhasil menemui pejabat yang berwenang untuk memberikan keterangan. Baik Kepala PLN maupun petugas yang menangani bidang survei tidak dapat ditemui guna menjelaskan alasan belum terlaksananya survei yang sebelumnya dijanjikan.

Sikap yang dinilai tertutup tersebut semakin memperkuat kritik publik terhadap kinerja PLN Sanggau. Masyarakat menilai keterbukaan informasi sangat penting agar warga mengetahui tahapan, kendala, maupun target waktu yang diperlukan dalam proses pembangunan jaringan listrik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PLN Sanggau mengenai alasan keterlambatan survei, jadwal pelaksanaan kegiatan lapangan, maupun kepastian realisasi pemasangan jaringan listrik di Dusun Segok dan Dusun Sebaboi.

Masyarakat Desa Sebuduh kini berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat kembali mendorong percepatan realisasi program tersebut. Mereka menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar janji atau koordinasi, melainkan langkah konkret yang dapat memberikan kepastian bagi warga yang selama ini masih hidup tanpa akses listrik yang memadai.

Sebab bagi masyarakat di Dusun Segok dan Dusun Sebaboi, hadirnya listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga tentang kesempatan yang lebih baik untuk pendidikan anak-anak, peningkatan ekonomi keluarga, dan kemajuan daerah yang selama ini masih tertinggal dari wilayah lainnya.

Ads.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *