Crimehanternews.com – (10/4/2026) Landak, Kalbar Aktivitas mencurigakan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan praktik tak lazim terpantau di SPBU 66-793-04 yang berlokasi di Jalan Serimbu–Ngabang, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, pada Kamis pagi (9/4/2026).

Awak media di lapangan menemukan adanya pengisian BBM subsidi jenis Pertalite tidak seperti biasanya. BBM tersebut justru dimasukkan ke dalam drum dan jerigen berukuran besar yang kemudian diangkut menggunakan sebuah mobil pickup. Praktik ini sontak memicu tanda tanya, mengingat distribusi BBM bersubsidi telah diatur secara ketat dan diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar berhak.
Dari hasil pantauan, pengisian dilakukan secara langsung ke wadah besar, bukan ke tangki kendaraan sebagaimana prosedur umum di SPBU. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi pelanggaran terhadap mekanisme penyaluran BBM subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak manajer SPBU berinisial AN melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Padahal, hak jawab dari pengelola SPBU sangat penting guna memberikan klarifikasi atas temuan tersebut. Terlebih, dalam aturan yang berlaku, penyaluran BBM subsidi ke dalam jerigen atau drum harus disertai dengan rekomendasi resmi dan tidak dapat dilakukan secara bebas tanpa dasar yang jelas.
Sikap bungkam dari pihak manajemen SPBU justru semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan. Minimnya transparansi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dalam distribusi BBM subsidi.
Masyarakat pun mendesak agar pihak PT Pertamina (Persero) sebagai pengawas distribusi BBM dapat bertindak lebih tegas dan proaktif dalam melakukan pengawasan. Selain itu, pemerintah daerah Kabupaten Landak juga diharapkan tidak tinggal diam dan segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU terkait dugaan praktik tersebut. Publik kini menanti kejelasan serta langkah tegas dari instansi berwenang guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah tersebut.
Tim/Red















