Crimehanternews.com – Sanggau, Kalbar – Sejumlah warga Dusun Sonau dan Dusun Rontang, Desa Selampung, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai diliputi keresahan. Pasalnya, program pemasangan listrik desa yang dibiayai anggaran tahun 2023 hingga awal 2026 tak kunjung menunjukkan kejelasan, meski dana disebut telah dicairkan.
Proyek yang semula digadang-gadang menjadi solusi keterbatasan listrik di wilayah pedalaman itu rencananya mulai dikerjakan pada 2024. Namun kenyataannya, hingga kini tahapan pengerjaan tidak jelas, bahkan terkesan mandek tanpa informasi lanjutan dari pemerintah desa.
Salah seorang warga, Suryadi (48, nama samaran), menyampaikan keluhan masyarakat. Ia mengaku warga sudah terlalu lama menunggu realisasi janji pemasangan listrik tersebut.
“Kami sudah menunggu lama sejak janji awal pemasangan listrik ini. Anggaran tahun 2023, mulai pengerjaan 2024, sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya kepada awak media.
Lebih jauh, Suryadi mengungkapkan bahwa dana proyek disebut telah dicairkan dan dibayarkan langsung kepada Kepala Desa berinisial LKS serta Kepala Dusun MLK, dengan bukti kwitansi.
“Dana sudah cair dan dibayar langsung ke Kades (LKS) serta Kadus (MLK) menggunakan kwitansi. Tapi progresnya nol besar, tidak ada kejelasan kapan selesai,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ibu Rini (38, nama samaran). Ia menuturkan bahwa warga masih mengalami kesulitan beraktivitas di malam hari akibat minimnya penerangan.
“Kami kesulitan aktivitas malam hari tanpa penerangan memadai. Jangankan listrik, kabel dan tiang saja belum dipasang, sementara biaya sudah dipungut dari warga,” cetusnya dengan nada kesal.
Klarifikasi Kepala Desa
Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pada Selasa (3/2/2026), Kepala Desa Selampung LKS memberikan penjelasan terkait kondisi proyek tersebut.
Menurutnya, untuk Dusun Sonau, pekerjaan disebut telah selesai dan tinggal menunggu pemasangan KWH.
“Untuk Dusun Sonau sudah selesai, tinggal pemasangan KWH lagi. Tiang dan kabelnya sudah dipasang, tapi lampu belum menyala karena pemasangan jaringan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya kendala anggaran dari pusat.
“Kemarin ada keterbatasan anggaran dari pusat akibat pemangkasan untuk program makan gratis dan lainnya,” ujarnya.
Terkait anggaran 2024, LKS menyebut tidak masuk dalam sistem resmi.
“Anggaran 2024 untuk Dusun Sonau tidak masuk link resmi, tapi kami minta bantuan kawan sehingga dialihkan ke sini. Kami juga pernah mengusulkan ke PLN karena keterbatasan anggaran, mudah-mudahan tahun berikutnya ada,” tambahnya.
Ia melanjutkan, pihaknya mendapat informasi terbaru bahwa anggaran kini sudah tersedia.
“Kemarin ditelpon, ternyata anggaran sudah ada, jadi tahun ini dikerjakan,” katanya.
Sementara untuk Dusun Rontang, Kades mengakui pemasangan tiang listrik memang belum dilakukan.
“Untuk Dusun Rontang, tiang belum dipasang. PLN sudah survei tapi belum ambil titik. Kami masih menunggu mereka turun ke lapangan untuk ukur jarak tempuh dan titik tiang. Mudah-mudahan tahun ini terealisasi, kami tunggu info dari PLN,” pungkasnya.
Desakan Warga
Di tengah simpang siur informasi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau dan instansi terkait agar segera turun tangan memantau dan mengevaluasi proyek listrik desa tersebut, agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dugaan penyimpangan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Crimehanternews.com belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak PLN maupun keterangan tambahan dari instansi terkait lainnya.
TimInvestigasi




















