Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Daerah

Paguyuban Pasundan Sanggau Gelar Pagelaran Budaya “Meungkeut Kadeudeuh” ke-6, Angkat Tema Sunda Rahayu, Sanggau Maju

255
×

Paguyuban Pasundan Sanggau Gelar Pagelaran Budaya “Meungkeut Kadeudeuh” ke-6, Angkat Tema Sunda Rahayu, Sanggau Maju

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

Crimehanter.com   – Suasana Taman Aronk Bealova, Kabupaten Sanggau, Senin (27/10/2025), tampak semarak dan penuh warna budaya. Ratusan warga serta tamu undangan memadati area kegiatan dalam rangka Pagelaran Budaya “Meungkeut Kadeudeuh” ke-6 yang digelar Paguyuban Pasundan Kabupaten Sanggau, dengan mengusung tema “Sunda Rahayu, Sanggau Maju.”

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.25 WIB ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Anggota DPR RI Komisi VI Paolus Hadi, S.I.P., M.Si., Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Wakil Bupati Sanggau Susana Herpina, S.Sos., M.H., Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Slamet Purwanto, S.S., serta unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para ketua paguyuban se-Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya, Bupati Sanggau Yohanes Ontot memberikan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Baraya Sunda yang telah konsisten menyelenggarakan pagelaran budaya ini selama enam tahun berturut-turut.

“Tema Sunda Rahayu, Sanggau Maju mengandung makna mendalam — rahayu berarti keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian, sedangkan Sanggau Maju mencerminkan semangat pembangunan yang kita cita-citakan bersama,” ujarnya.

Menurut Bupati, pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam memperkuat karakter masyarakat. Nilai-nilai moral, kesopanan, gotong royong, dan rasa hormat yang dijunjung tinggi masyarakat Sunda menjadi pondasi bagi kemajuan daerah.

“Festival budaya seperti ini bukan hanya ajang ekspresi seni, tapi juga ruang pertemuan lintas budaya yang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman,” tambahnya.

Selain menampilkan tari dan musik tradisional Sunda, kegiatan juga diramaikan dengan kuliner khas Sunda dan peragaan busana etnik. Bupati menilai bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat serta memperkuat pariwisata daerah.

Kepada generasi muda, Yohanes Ontot berpesan agar tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi.

“Cintailah dan pelajarilah budaya bangsa sendiri. Gunakan teknologi untuk memperkenalkan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengutip pepatah Sunda, “Leuwih hade caina, hade omonganna,” yang berarti lebih baik perilakunya, lebih baik pula ucapannya, sebagai panduan moral bagi generasi masa kini.

Sementara itu, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Slamet Purwanto, S.S. yang turut hadir menyampaikan bahwa TNI selalu mendukung upaya pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.

“Budaya adalah identitas bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa cinta tanah air. TNI akan terus mendukung kegiatan positif yang menjaga harmoni dan persaudaraan antar-suku di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Sanggau merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.

“Dengan saling menghormati adat, tradisi, dan budaya satu sama lain, kita bisa menciptakan lingkungan yang damai, kuat, dan bersatu,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Yohanes Ontot mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan dalam keberagaman.

“Dengan semangat Sunda Rahayu, Sanggau Maju, mari kita wujudkan Sanggau yang maju, sejahtera, dan bahagia dalam keberagaman budaya,” tutupnya.

Pagelaran Budaya Meungkeut Kadeudeuh ke-6 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya, memperkuat persaudaraan antar-etnis, serta meneguhkan identitas Bumi Daranante sebagai tanah yang damai dan penuh keberagaman.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *