Crimehanternews.com – Aliansi Kalimantan Barat Menggugat (AKBM), yang terdiri dari puluhan ormas, mahasiswa, dan masyarakat lintas suku, menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak .pada Senin, 21 Juli 2025.
Beberapa tuntutan diserukan saat aksi :
1. Menolak Program Transmigrasi nasional kembali ke Kalbar (termasuk Program 5T dalam RPJMN).
2. Alihkan dana transmigrasi ke pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan lokal.
3. Selesaikan konflik agraria dan kembalikan hak-hak adat.
4. Fokus pada transmigrasi lokal (antar kabupaten/provinsi Kalbar) bukan dari luar pulau .
Koordinator aksi, Endro Ronianus, menyatakan:
“Di website Kementerian masih dibuka pendaftaran dan Kalbar masih menjadi titik tujuan transmigrasi Kami dibohongi.”

Anggota DPRD Kalbar, Ketua DPRD Aloysius, hadir dan menyampaikan dukungan penuh. Ia menyatakan akan menyalurkan aspirasi ini ke Komisi V DPR RI dan Kementerian Transmigrasi dalam waktu dua minggu,” ujarnya.
Respon Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan Menolak keras program transmigrasi dari luar pulau masuk ke Kalbar.
“Saya menolak transmigrasi, saya menolak perpindahan penduduk dari pulau lain ke Provinsi Kalimantan Barat,”tegasnya.
Jumlah penduduk saat ini sudah cukup, tidak perlu tambahan
Saya wakil Gubernur Kalbar, komitmen melindungi masyarakat lokal yang masih menghadapi persoalan kemiskinan, lahan, infrastruktur, dan pekerjaan .
Mengusulkan agar dana transmigrasi dialihkan untuk membantu warga Kalbar, seperti merenovasi fasilitas dasar dan membantu relokasi warga lokal ke daerah transmigrasi yang sudah ada .
Menekankan bahwa dukungan hanya diberikan untuk transmigrasi internal Kalbar, bukan dari luar pulau,” ungkapnya.


















