Ketapang.Kalbar – Crimhanternews.com Warga desa muara Jekak heboh pasalnya jalan rabat beton yang belum lama ini selesai dikerjaak sudah ambruk, pada hal sebelum di lewati warga jalan itu sudah di portal kurang lebih 2 minggu guna untuk pengerasan yang maksimal tetapi baru beberapa hari warga melintasi jalan itu, rabat betonnya ambruk
Saat awak media tim investigasi mendengar kehebohan itu, awak media langsung ke lokasi TKP untuk mengecek dan memastikan kebenarannya pada hari Jum’at 21 November 2025
Setelah sampai di lokasi ternyata benar tim investigasi menemukan jalan yang sebelum nya mulus ternyata sudah ada bagian yang ambruk. Papan plang kegiatan masih terpasang di lokasi kami melihat yang tetulis pada plang kegiatan itu, Pelaksannya adalah CV KAWAN AKU dengan total anggaran
Rp 191.387.000,00 yang bersumber dari APBD kabupaten dan waktu pengerjaan 45 hari kalender terhitung sejak 13 Oktober sampai 26 November 2025. awak media menelusuri dan mencari tau pelaksana lapangan atau mandor, tetapi tim investigasi belum dapat informasi apapun dari warga setempat,
Dan beselang Dua hari, ternyata jalan yang rusak sudah di perbaiki oleh pekerja lapangan,
Namun yang mengejutkan kenapa jalan itu tidak kuat dalam pengerjaan nya ternyata matrial yang di gunakan bukan matrial yg seharusnya untuk campuran pembangunan rabat beton, kami tim investigasi
menemukan di lapangan bahwa matrial yg di gunakan bukan batu yang seharusnya untuk pembangunan, matrial itu adalah limbah dari kegiatan taambang emas yang tidak memiliki nilai harga di pasaran.
Saat tim investigasi mehubungi kepala pemborong joko, untuk minta keterangan terkait pembangunan rabat beton tersebut dan melalui chat via whats App kami tim investigasi menanyakan apakah pembangunan itu sudah sesuai RAB atau tidak?
Saudara Joko membalas via chat pada tanggal 21 Desember 2025 dan mengatakan :
Untuk kerusakan jalan Kemaren itu di sebabkan di lalui mobil bermuatan berat yg seharusnya jln blm bisa di lalui mobil bermuatan berat
Untuk pekerjaan kita sudah sesui dengan RAB dari dinas.
Dan kita kerja melibatkan mayarakat setempat jga pekerjanya jadi gak mungkin mereka kerja asal”an d kampungnya sendiri.
Untuk batu kita tidak ada menggunakan limbah kita benar” menggunakan batu. Ujarnya
Namun apa yang di sampaikan saudara Joko tidak sesuai dengan apa yang kami temukan di lapangan
Untuk itu kami mohon kepada pemerintah daerah kabupaten Ketapang dan dinas perumahan rakyat, pemungkiman lingkungan hidup kabupaten Ketapang agar meninjau kembali pembangunan tersebut karena akibat ulah oknum yang nakal dapat merugikan keuangan negara.
Redaksi




















