Pontianak Kalbar, Crimhanternews.com – Ketua Umum Satria Borneo Raya (SABER) dengan tegas menolak rencana program transmigrasi dari pemerintah pusat yang akan masuk ke Kalimantan Barat.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat adat di Kalimantan Barat, menyatakan dengan tegas menolak program transmigrasi yang dibuat pemerintah pusat masuk ke Kalimantan Barat, apalagi saat ini masyarakat Kalimantan Barat masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan dan perlu sentuhan serius pemerintah melalui pembangunan”, ucap Agustinus, S.Pd., Ketua Umum SABER.
Disampaikan Agustinus, S.Pd., bahwa saat ini masih banyak rakyat Kalimantan Barat belum merasakan/ menikmati pembangunan yang digaungkan pemerintah, misalnya listrik, infrastruktur jalan, layanan pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, dengan hadir transmigran yang berasal dari luar pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dengan mendatangkan manusia justru akan menambah masalah dan polemik sosial.
Apalagi transmigrannya menerima fasilitas dan hidup yang banyak dan gratis dari pemerintah.
“Jadi ini program yang tidak adil bagi kami masyarakat asli Kalimantan Barat, kami sendiri masih hidup susah, apalagi tanah dan lahan masyarakat kami sudah banyak dirampas oleh korporasi melalui izin yang diberikan negara, semakin lengkap penderitaan masyarakat kami”, ucap Agustinus, S.Pd., kepada media ini.
Tidak akan seimbang nantinya kehidupan masyarakat transmigran dengan masyarakat lokal asli, terutama dari segi fasilitas yang disiapkan pemerintah, dan ini tidak adil.
“Dengan tegas kami sampaikan bahwa kami menolak dan minta pemerintah batalkan program transmigrasi masuk Kalimantan Barat, dan sebaiknya anggaran program transmigrasi tersebut dialihkan untuk membangun masyarakat Kalbar, misalnya program bedah rumah, dan lain-lain”, tutup Agustinus, S.Pd.




















